AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Terungkap! Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Raup Untung Rp5 Ribu per Liter

ECONOMICS
Nur Khabibi/MPI
Selasa, 24 Mei 2022 10:45 WIB
Setelah ditampung, guna mendapatkan keuntungan yang lebih, solar bersubsidi tersebut ditulis solar industri yang mempunyai harga lebih tinggi
Terungkap! Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Raup Untung Rp5 Ribu per Liter (FOTO:MNC Media)
Terungkap! Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Raup Untung Rp5 Ribu per Liter (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Akhirnya Polisi berhasil membongkar kasus sindikat penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di di Pati Jawa Tengah. 

Dari pengungkapan tersebut, penyidik Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menduga para tersangka mendapatkan keuntungan Rp5 ribu per liter. Untuk menarik minat konsumen, BBM jenis solar bersubsidi itu dijual di bawah harga pasaran Solar Industri dan dipalsukan menjadi Solar Industri dengan dimuat dalam truk yang bertuliskan "Solar Industri".

"Para pelaku menjual BBM solar tersebut dengan harga di bawah harga solar industri Rp.10.000-Rp.11.000 per liter. Sehingga keuntungan yang diperoleh diperkirakan sekitar Rp.4.000 hingga Rp.5.000 per liter," tulis keterangan yang dirilis Dittipidter Bareskrim Polri, Selasa (24/5/2022). Setiap harinya, komplotan tersebut mampu mengangkut belasan ribu liter solar bersubsidi. Kemudian, dijual ke nelayan.

"Perusahaan tersebut dapat mengangkut BBM solar sekitar 10.000 liter hingga 15.000 liter, dan Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2021. Tujuan penjualan kepada kapal nelayan dan salah satunya ke Kapal tangker Permata Nusantara V," isi rilis tersebut.

Sebelumnya, Polisi melalui Direktorat Tipidter Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Pati Jawa Tengah. Dari pengungkapan tersebut, diketahui para tersangka menampung BBM jenis solar dari sejumlah SPBU.

"Menampung BBM jenis Solar subsidi di gudang tempat penyimpanan yang diperoleh dari sejumlah SPBU menggunakan kendaraan yang sudah di modifikasi," tulis keterangan yang dirilis Dittipidter Bareskrim Polri, Selasa (24/5/2022).

Setelah ditampung, guna mendapatkan keuntungan yang lebih, solar bersubsidi tersebut ditulis solar industri yang mempunyai harga lebih tinggi dari harga solar bersubsidi.

"Dikirim dan dijual menggunakan mobil truk tangki warna biru putih dengan tulisan Solar Industri," isi rilis tersebut.

Polisi melalui Direktorat Tipidter Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Pati Jawa Tengah.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD