sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ada Potensi Gagal Bayar di 2026?

Economics editor Anggie Ariesta
13/01/2026 07:30 WIB
Bright Institute memberikan peringatan keras terkait kondisi kesehatan fiskal Indonesia di awal 2026.
Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ada Potensi Gagal Bayar di 2026? (Foto Istimewa)
Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.645 Triliun, Ada Potensi Gagal Bayar di 2026? (Foto Istimewa)

Menurut dia, salah satu indikator yang paling mengkhawatirkan adalah nilai Keseimbangan Primer (KP) yang tercatat defisit atau minus Rp180,7 triliun. Kondisi ini menandakan pendapatan negara bahkan tidak cukup untuk membiayai belanja di luar pembayaran bunga utang.

Dampaknya, pemerintah terpaksa menarik utang baru hanya untuk membayar bunga dari utang lama. Awalil memprakirakan penarikan utang baru (bruto) sepanjang 2025 sebenarnya mencapai Rp1.563 triliun, jauh di atas angka pembiayaan neto yang sering dipublikasikan.

"Jika KP bernilai minus artinya sudah tidak tersedia dana untuk membayar bunga utang. Sebagian atau seluruh bunga utang dibayar dengan penambahan utang baru," kata dia.

Analisis Bright Institute menunjukkan, rasio utang terhadap pendapatan negara per akhir 2025 mencapai 349,96 persen. Angka ini jauh melampaui batas praktik terbaik yang direkomendasikan International Monetary Fund (IMF), yakni di kisaran 90 hingga 150 persen.

Selain itu, rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara tahun 2025 diprediksi mencapai 18,65 persen, jauh di atas standar IMF yang berada di level 7 hingga 10 persen. Kondisi ini mempersempit ruang gerak pemerintah untuk membiayai belanja pembangunan karena porsi pendapatan yang tersedot untuk kewajiban utang semakin besar.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement