AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

AirAsia X Terancam Delisting, Ini Respons AirAsia Indonesia

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 03 November 2021 14:58 WIB
Maskapai penerbangan AirAsia X Berhad dikabarkan terancam delisting di Bursa Malaysia. Hal tersebut mendapat tanggapan dari PT Air Asia Indonesia Tbk.
AirAsia X Terancam Delisting, Ini Respons AirAsia Indonesia (FOTO: MNC Media)
AirAsia X Terancam Delisting, Ini Respons AirAsia Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Maskapai penerbangan AirAsia X Berhad dikabarkan terancam delisting di Bursa Malaysia. Hal tersebut mendapat tanggapan dari PT Air Asia Indonesia Tbk.

Head of Corporate Secretary PT AirAsia Indonesia Tbk Indah Permatasari Saugi memaparkan bahwa Air Asia X Berhad merupakan entitas induk yang berbeda dari entitas induk perseroan. Secara legal, proses restrukturisasi yang sedang berlangsung tidak berhubungan dengan perseroan.

"AirAsia X Berhad merupakan entitas induk yang berbeda dari entitas induk PT AirAsia Indonesia Tbk. Sehingga secara legalitas PT AirAsia Indonesia Tbk bukan merupakan anak perusahaan AirAsia X Berhad," kata manajemen dalam siaran resminya, Rabu (3/11/2021).

PT AirAsia Indonesia Tbk memastikan bahwa apa yang sedang terjadi di Malaysia tidak memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan dan kondisi keuangan perseroan.

"Perseroan dengan ini memastikan bahwa tidak terdapat kejadian/informasi penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan," tuturnya.

Sebelumnya, maskapai penerbangan berbiaya murah, AirAsia X terancam delisting dari bursa saham Malaysia jika gagal merestrukturisasi bisnisnya.

Pengumuman ini muncul setelah maskapai itu secara resmi dikategorikan sebagai perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Pihak auditornya, Ernest & Young mengeluarkan pernyataan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan perusahaan selama 18 bulan yang berakhir 30 Juni 2021. 

Dikutip dari Flight Global, pihak auditor mencatat, validitas kemampuan AirAsia X untuk melanjutkan operasional sangat tergantung pada keberhasilan implementasi dari beberapa inisiatif termasuk usulan restrukturisasi utang, penggalangan dana, serta revisi rencana bisnis, di mana maskapai mengoperasikan struktur biaya yang lebih ramping dan lebih berkelanjutan.

"Mengingat ketidakpastian ganda, kami tidak dapat membentuk opini atas laporan keuangan karena potensi interaksi ketidakpastian dan kemungkinan efek kumulatifnya pada laporan keuangan," tulis auditor dalam laporannya.

Adapun dalam pengajuan bursa saham, AirAsia X menyatakan sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kekhawatiran yang dilaporkan auditornya, yang telah memicu status kesulitan keuangan dari Bursa Malaysia. 

Berdasarkan persyaratan bursa, AirAsia X yang segera bertemu kreditornya pada 12 November 2021 mendatang untuk restrukturisasi utang, akan memiliki waktu satu tahun guna memperbaiki kondisi keuangannya.(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD