"India pada dasarnya sudah memiliki persediaan yang cukup, sementara harga CPO yang saat ini tinggi kemungkinan kurang menarik bagi mereka,” imbuh dia.
Paramalingan melanjutkan, pelaku pasar juga akan menunggu data dari Malaysian Palm Oil Association untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai pola produksi pada Agustus dan melihat apakah cuaca panas dan kering berdampak negatif terhadap produksi.
Dari pasar minyak nabati lainnya, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,02 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 1 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,67 persen.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak mentah naik pada perdagangan awal Rabu, melanjutkan lonjakan pada sesi sebelumnya.