"Perkembangan yang positif ini menunjukkan investor reksa dana tetap aktif melakukan subscription di tengah dinamika pasar keuangan di dalam negeri," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Hasan mengimbau publik dan investor untuk tetap bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi.
"Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih sangat prospektif dan menarik sebagai alternatif investasi," kata dia.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja perekonomian domestik yang tetap terjaga, basis investor yang terus tumbuh, serta diharapkan kondisi fundamental emiten yang tetap solid dari waktu ke waktu.
OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), lanjut Hasan, akan terus memantau perkembangan pasar secara cermat serta merespons secara cepat dengan langkah kebijakan yang diperlukan.
(Febrina Ratna Iskana)