Sucor Indonesia menilai perbaikan ini menandakan harga telah melewati titik terendah pada paruh kedua 2025.
Kenaikan harga energi global, terutama minyak dan LNG akibat tensi geopolitik di Timur Tengah, membuat pembangkit listrik berbasis gas menjadi lebih mahal.
Kondisi ini mendorong peralihan konsumsi ke batu bara (gas-to-coal switching), sehingga permintaan jangka pendek ikut menguat.
Meski begitu, kata analis Sucor, pemulihan ini dinilai lebih didorong sentimen dan substitusi energi, bukan perbaikan fundamental yang luas.
Di sisi lain, kenaikan harga jual rata-rata (ASP) belum sepenuhnya berdampak pada laba emiten.