Dari sisi pasokan, sejumlah faktor masih menjadi penahan ekspansi produksi.
BRI Danareksa mencatat normalisasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) di Indonesia belum sepenuhnya pulih, sementara kebijakan kuota produksi turut membatasi ruang ekspor.
Di saat yang sama, ketersediaan batu bara kalori menengah (mid-CV) masih terbatas, ditambah potensi gangguan suplai dari Australia.
Sementara itu, permintaan global justru menunjukkan ketahanan.
China mulai melakukan restocking untuk mengamankan kebutuhan energi, sedangkan India mencatat peningkatan konsumsi seiring tingginya kebutuhan listrik.
Di kawasan Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, permintaan terdorong oleh peralihan bahan bakar (fuel switching).
Negara-negara Asia Selatan dan ASEAN masih membutuhkan tambahan pasokan, sementara permintaan domestik Indonesia cenderung stabil.