Permintaan global, khususnya dari China, juga cenderung melemah karena negara tersebut masih memprioritaskan pasokan domestik.
Dengan kondisi tersebut, batu bara dipandang lebih sebagai komoditas defensif ketimbang pendorong kinerja siklikal.
Meski demikian, potensi kenaikan tetap terbuka jika harga LNG tetap tinggi dan mendorong peralihan ke pembangkit batu bara.
Dalam lanskap ini, Sucor Indonesia menekankan pentingnya efisiensi biaya sebagai pembeda utama kinerja emiten. Produsen berbiaya rendah dinilai lebih mampu menjaga margin di tengah tekanan biaya.
Sucor pun mempertahankan rekomendasi beli untuk AADI dengan target harga Rp30.100 per unit, seiring prospek margin yang lebih terjaga, volume stabil, serta arus kas yang kuat. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.