“Yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel,” kata Gibran.
Wapres menilai kebijakan pembebasan tarif bagi 15 golongan masyarakat tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap aksesibilitas dan keadilan layanan publik. Dia pun berharap langkah serupa dapat terus diperkuat seiring pengembangan sistem transportasi massal di Jakarta dan kawasan aglomerasi.
Selain itu, Wapres juga menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem transportasi publik yang saling terhubung antara MRT, LRT, dan TransJakarta, agar mobilitas masyarakat semakin mudah dan efisien.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono menuturkan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A berjalan sesuai target. Ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik di Jakarta.
“Kami meninjau lokasi mulai dari Sawah Besar hingga Harmoni. Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Berdasarkan informasi dari Direktur Utama MRT Jakarta, proses commissioning akan dimulai pada pertengahan 2027, dengan target operasional hingga Harmoni paling lambat akhir 2027,” kata Pramono.
(Dhera Arizona)