AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Ikuti 7 Investasi ala Rasulullah SAW

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Kamis, 11 November 2021 15:48 WIB
Investasi ala Rasulullah SAW atau investasi dalam ajaran agama Islam jelas diperbolehkan. Investasi dalam Islam juga disebut mudharabah.
Ikuti 7 Investasi ala Rasulullah SAW. (Foto: Investasi ala Rasulullah)
Ikuti 7 Investasi ala Rasulullah SAW. (Foto: Investasi ala Rasulullah)

IDXChannel Investasi ala Rasulullah SAW atau investasi dalam ajaran agama Islam jelas diperbolehkan. Investasi dalam Islam juga disebut mudharabah yang berarti menyerahkan sejumlah modal kepada orang yang berjualan dan pemberi modal atau investor nantinya akan mendapat bagi hasil dari keuntungan tersebut. Investasi tentunya juga bermanfaat untuk kehidupan di masa yang akan datang, terutama jika Anda sudah menikah dan memiliki tanggungan lain.

Para ulama juga sepakat bahwa sistem penanaman modal atau investasi ini diperbolehkan. Dimana, investasi dalam Islam ini memiliki dasar hukum ijma’. Investasi dalam Islam tentu berdasarkan ketetapan Alquran dan hadis dengan pembagian keuntungan yang sesuai dengan syariat Islam. Presentase pembagian keuntungan dan kerugian dalam Islam tentu dibagikan secara merata, artinya investasi dalam Islam saling berbagi risiko kerugian dan keuntungan.

Berikut ini adalah tujuh investasi sesuai syariah Islam, yang dilakukan oleh Rasulullah SAW:
 
1. Rasulullah Menyewakan Lahan dan Properti

Investasi ala Rasulullah yang pertama adalah menyewakan lahan dan properti kepada kaum Yahudi dengan sistem bagi hasil yang adil. Dalam Hadist HR. Bukhori No 2329 dan Muslim No 1551, menjelaskan bahwa:

“Rasulullah SAW menyerahkan kebun kurma dan ladang daerah Khaibar kepada bangsa Yahudi. Mereka menggarapnya dengan biaya sendiri. Adapun perjanjiannya, Rasulullah SAW mendapatkan setengah dari hasil panennya,” - HR. Bukhori No 2329 dan Muslim No 1551.

Hasil investasi tersebut dibagi rata yakni dengan sistem pembagian 50:50 yang dikaji lebih dalam dengan istilah ‘Mudharabah’. Namun sebelum melakukan penyewaan lahan dan properti, pemilik lahan tersebut harus membuat surat perjanjian yang nantinya akan dipertanggung jawabkan secara hukum jika terjadi sebuah masalah.

2. Lakukan Bisnis
Rasulullah SAW dikenal memiliki karir yang sangat cemerlang. Seluruh wilayah jazirah Arab mengetahu bahwa karir beliau sangat bagus karena telah memulai karir sejak usia 12 tahun. Pada usia tersebut, beliau diajak berdagang oleh pamannya, Abu Thalib dan juga diikutsertakan dalam perjalanan bisnis ke Suriah. 

Karena hal tersebut, skill berbisnis Rasulullah SAW telah terasah, kemudian beliau mulai merintis usaha pertamanya dengan berdagang di Mekkah tepatnya disekitar Ka’bah. Kemahirannya dalam berbisnis tentunya membuahkan hasil yang baik, yang juga dituliskan dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 21 yang berarti: 

“Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah,” – QS. Al-Ahzab: 21.

Adapun kiat-kiat berdagang ala Rasulullah SAW yang bisa Anda terapkan dalam berbisnis yakni, 
a. Penjual dilarang berbohong dan menipu. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila dilakukan penjualan, katakanlah: tidak ada penipuan.” 

b. Berikan waktu tenggat pelunasan untuk pelanggan yang tidak mampu membayar secara lunas. Rasulullah SAW biasanya mengikhlaskan apabila pembeli tidak melunasi utangnya.

c. Penjual dan pembeli harus melakukan transaksi secara adil, dan penjual harus jujur dalam hal menimbang dan takarannya. Begitu juga pembeli yang tidak boleh menjual barang beliannya sebelum barang tersebut lunas.

3. Tidak Boleh Melakukan Monopili.

Rasullulah SAW melarang untuk membatasi harga komoditi. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 29, yang berarti: 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu,” – QS. An-Nisa: 29.

4. Melakukan Investasi Emas
Rasulullah SAW nyatanya juga melakukan investasi emas. Instrument emas diakui sebagai salah satu jenis investasi unggulan sejak lama. Emas merupakan salah satu alat utama dalam perdagangan di jaman Rasulullah SAW. Kelebihan emas jika dijadikan instrument investasi itu, karena memiliki nilai jual dan belin yang tergolong tinggi dan tidak akan tergerus oleh inflasi.

5. Rasulullah SAW Melakukan Ternak Hewan
Dalam buku sejarah Islam diceritakan bahwa Rasulullah SAW merupakan seorang penggembala kambing dan juga memelihara puluhan hewan unta yang akhirnya menjadi aset kekayaan Rasulullah saat itu.

Namun dalam hal ini harus di perhatikan, jika Anda ingin mengikuti investasi ala Rasulullah dengan memelihara hewan maka Anda sudah berkomitmen untuk tidak menelantarkan menyiksanya. Sebab, Allah SWT tidak menyukai hamba-Nya yang suka melukai dan menyiksa seekor hewan.

6. Lakukan Deposito Syariah
Jenis investasi ala Rasulullah SAW selanjutnya adalah deposito syariah. Deposito merupakan salah satu jenis investasi yang disediakan oleh perbankan. Dimana seorang investor akan menyetorkan sejumlah uang kepada bank secara rutin dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Kemudian, uang yang telah ditarik oleh bank secara rutin akan diputar agar investor atau nasabahnya mendapatkan bunga. Namun berbeda dengan deposito syariah, deposito syariah tentu dikelola sesuai sunnah dan hukum yang berlaku dalam Islam.

Jika dalam deposito syariah, bunga atau deviden yang diterima nasabah bukan dalam jumlah yang disepakati sejak awal, namun menggunakan sistem bagi hasil. Bunga atau deviden termasuk ke dalam riba yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
 
7. Lakukan Sedekah
Allah SWT pernah berfirman dalam Surat Al-baqarah: 261 yang berarti, “Orang yang menginfakkan harta di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan 70 tangkai pada setiap tangkainya terdapat 100 biji. Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui,” – QS. Al-baqarah: 261

Yang berarti bahwa siapapun hamba-Nya yang mau dan ikhlas bersedekah, niscaya Allah akan melipatgandakan rejekinya yang dimana konsep tersebut serupa dengan investasi. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD