Meskipun harganya berada pada level tertinggi dalam sejarah tahun lalu, permintaan emas tetap tinggi.
"Peningkatan pangsa emas dalam cadangan devisa sebagian besar didorong oleh kenaikan harga yang pesat," kata ECB.
Harga emas melonjak sebesar 60 persen secara nominal pada 2025. Selain diversifikasi, bank sentral menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik.
Namun, dibandingkan dengan mata uang fiat, status emas sebagai bagian dari cadangan memiliki keterbatasan, demikian argumen laporan ECB, dengan menyebutkan volatilitas harga, ketidakmampuan untuk mendapatkan imbalan, biaya penyimpanan yang tinggi, dan pasokan yang tidak elastis. (Wahyu Dwi Anggoro)