AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Jadi Tersangka Korupsi Rp 23,7 T, Jimmy Sutopo Langsung Ditahan

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 10:05 WIB
Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo (JS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Asabri.
Jadi Tersangka Korupsi Rp 23,7 T, Jimmy Sutopo Langsung Ditahan (FOTO: MNC Media)
Jadi Tersangka Korupsi Rp 23,7 T, Jimmy Sutopo Langsung Ditahan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo (JS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada PT Asabri (Persero). Jimmy langsung ditahan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Penahanan ini dilakukan di Rumah Tahanan (rutan) Klas 1 Cipinang cabang rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Leonars Eben Ezer Simanjuntak di Gedung Bundar Kejagung.

Leonard mengatakan penahanan JS dilakukan selama 20 hari. Terhitung hari ini Senin, 15 Februari 2021 hingga Sabtu, 6 Maret 2021.

JS ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Penetapan tersangka terhadap Jimmy dilakukan setelah pihaknya menemukan alat bukti yang cukup terhadap pihak swasta itu terkait kasus Asabri.

"Tersangka turut serta bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam pengelolaan  keuangan dan dana investasi pada PT ASABRI Persero, dan ditetapkan berdasarkan surat perintah penetapan tersangka dengan nomor prin 09/f.2/fd.2/02/2021 hari ini 15 Februari 2021," beber Leonard. 

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan delapan orang, dua di antaranya mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya. Kemudian Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. 

Serta dua tersangka dalam kasus ini, sama dengan terdakwa dalam megakorupsi pada Asuransi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

Akibat perbuatan para tersangka, PT Asabri diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742,58. 

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD