Neneng menjelaskan, pada 2026 Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR menjadi sekitar Rp100-Rp110 miliar, atau dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan anggaran ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.
Program tersebut disusun berdasarkan tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order serta kualitas pelayanan. Dengan pendekatan berbasis produktivitas, perusahaan ingin memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai kontribusi masing-masing mitra dalam ekosistem.
Neneng menyebut, lebih dari 400.000 Mitra Pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi akan menerima BHR tahun ini. Kebijakan tersebut, lanjutnya, dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual agar implementasinya tetap adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem Grab.
"Kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem," kata dia.
(DESI ANGRIANI)