Dari sisi pertumbuhan, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh sekitar 5 persen pada 2026-2027, dua kali lipat median negara BBB sebesar 2,5 persen.
Permintaan domestik diperkirakan menjadi motor utama, ditopang belanja publik, investasi Danantara, pelonggaran moneter, serta program hilirisasi.
Namun, kata Fitch, target pertumbuhan 8 persen pada 2029 dinilai sulit tercapai tanpa reformasi struktural yang signifikan.
Ke depan, Fitch menyatakan penurunan peringkat dapat terjadi jika kerentanan makro meningkat, utang publik melonjak tajam, atau bantalan eksternal tergerus akibat arus keluar modal.
Sebaliknya, prospek dapat kembali stabil jika disiplin kebijakan terjaga, rasio penerimaan negara membaik signifikan, dan kerentanan eksternal berkurang secara berkelanjutan. (Aldo Fernando)