Ari menilai produk kreatif berbasis bahan baku lokal memiliki peluang berkembang lebih besar di tengah kondisi nilai tukar saat ini. Hal tersebut dinilai menjadi momentum bagi UMKM untuk memperluas pasar ekspor, khususnya pada produk kreatif dan kerajinan berbasis lokal.
"Kalau produk-produk yang berbahan baku import mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan ekspor, karena kenaikan harganya akan tergerus dengan kenaikan harga nahan baku impor. Kalau ini kan 100 persen lokal, jadi mungkin harusnya bisa berkembang lagi ke depan," kata dia.
Lebih jauh, Ari menyebut produk kreatif Indonesia sendiri masih memiliki peluang besar di pasar global. Tercatat, sepanjang Januari hingga Maret 2026, kinerja produk kreatif nasional menunjukkan tren positif di pasar ekspor.
"Yang pasar utama kita tentunya adalah Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Singapura dan sampai ke Eropa. Dan hal ini menunjukkan bahwa pasar global masih sangat terbuka terhadap produk-produk berbasis desain, lifestyle dan craftsmanship," kata dia.
(Dhera Arizona)