Pemerintah memproyeksikan kawasan ini sebagai jembatan strategis untuk masuk ke dalam ekosistem rantai pasok industri halal global.
Fokus utamanya adalah memacu lokalisasi industri berbasis bahan baku halal yang selama ini pasar ekspornya justru dikuasai oleh negara-negara non-muslim.
Susiwijono mencontohkan komoditas gelatin sebagai komoditas utama yang dibidik untuk dikembangkan di Sidoarjo. Selama ini, mayoritas pangsa pasar gelatin dunia diproduksi di China dengan memanfaatkan bahan baku tulang serta kulit babi, padahal konsumen terbesarnya terkonsentrasi di wilayah Timur Tengah.
Lewat KEK Halal Sidoarjo, Indonesia berniat memproduksi gelatin alternatif yang bersertifikat murni halal demi merebut nilai tambah ekonomi dari rantai pasok global tersebut.