Di sisi lain, arus dana ke produk investasi berbasis emas seperti ETF juga melemah. Inflow ETF emas pada kuartal pertama hanya mencapai 62 ton, turun 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Russell menilai pergerakan harga emas kini lebih banyak dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter AS dibanding faktor-faktor tradisional.
Hubungan terbalik antara harga emas dan minyak dalam beberapa pekan terakhir menjadi contoh perubahan tersebut.
Ketika harga minyak naik akibat konflik antara AS dan Iran, pasar mulai memperkirakan suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi lebih lama sehingga harga emas tertekan.
Sebaliknya, ketika harga minyak turun karena harapan tercapainya perdamaian, ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali menguat dan menopang harga emas.