"Saya rasa pasar mulai menyadari bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga bertahan tinggi lebih lama masih menjadi arah kebijakan yang paling mungkin," ujar Grant, dikutip Reuters.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sebesar 60 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September.
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu.
Di Timur Tengah, dua kapal tanker dilaporkan diserang di Selat Hormuz.
Iran juga menyatakan tidak akan melanjutkan perundingan damai selama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mengancam untuk kembali memulai perang.
Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi akibat kenaikan harga energi.