Sementara itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 5 Februari 2026 mencapai Rp 722,21 triliun, tumbuh 2,98 persen secara month to date dan meningkat 6,94 persen secara year to date.
"Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini menunjukan setidaknya investor reksadana tetap aktif melakukan subscription, di tengah pergerakan pasar keuangan di dalam negeri," kata Hasan.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Hasan juga mengimbau investor agar tetap bersikap tenang, rasional, dan tidak reaktif dalam mengambil keputusan investasi.
"Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih prospektif, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang terjaga dan basis investor yang terus bertumbuh," katanya.
(DESI ANGRIANI)