Saat ini, Indonesia tengah mempertimbangkan pemangkasan produksi sebesar 24 persen menjadi sekitar 600 juta ton, meskipun volume ekspor saja telah melampaui 510 juta ton tahun lalu.
Para trader memperkirakan pembatasan produksi tersebut akan mendorong kenaikan harga dan memperketat pasokan.
“Kargo batu bara spot asal Indonesia bahkan tidak ditawarkan meski dengan premi USD1-USD2 per ton di atas harga saat ini,” ujar seorang trader India dalam konferensi Coaltrans India di New Delhi.
Seorang trader berbasis di Singapura menilai, pengapalan spot kecil kemungkinan kembali berjalan pada kuartal ini kecuali Indonesia melonggarkan pemangkasan produksi.
Kedua pedagang tersebut menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.