“Namun beda tipis perbedaan antara idealisme dan kenaifan. Yang terbukti dari kasus ini adalah saya lengah untuk mengantisipasi akan adanya resistensi terhadap perubahan,” ungkap Nadiem.
Menurut Nadiem, selama menjabat sebagai menteri dia memang kerap menggaet anak-anak muda yang idealis dan berani. Sayangnya, semangat itu tidak diantisipasi adanya perlawanan sengit dari kubu-kubu lama.
“Ternyata dengan mengutamakan transparansi dan teknologi, banyak sekali pihak lama yang dirugikan dan merasa terancam,” tutur dia.
Oleh sebab itu, pendiri GoJek itu menilai bahwa perkara hukum yang dituduhkan kepada dirinya bukanlah kasus pidana. Melainkan gesekan antara kelompok baru yang hendak melakukan perubahan dan kelompok lama.
“Kasus ke saya bukan kasus pidana, melainkan narasi gesekan antara kelompok baru yang ingin perubahan dan kelompok pemain lama yang ingin mempertahankan status quo,” sambung Nadiem.