“Oleh karena itu, kita jaga dan optimalkan pasar AS,” ujarnya.
Mendag menambahkan, kondisi geopolitik saat ini memberikan tantangan dan dampak di berbagai sektor industri, termasuk tekstil. Meski demikian, ia menilai, pelaku industri tekstil nasional tetap menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah tantangan tersebut.
“Secara global semua sama-sama terkena imbas perang. Tapi, saya tanya (pelaku usaha) langsung tadi, teman-teman justru sanggup berdaya saing. Teman-teman sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing karena ekosistem kita lebih lengkap dibanding negara lain,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)