Dengan demikian, kata Nadiem, kekayaan yang tercatat dimilikinya sebetulnya bisa dilacak. Hal ini karena kekayaan dirinya hanya bersumber utama dari saham GOTO.
"Siapapun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya, karena bertumpu kepada satu angka saja; harga saham GOTO yang terbuka untuk publik," kata Nadiem.
Bantahan ini dia paparkan lantaran heran dirinya disebut diperkaya mencapai Rp809 miliar dalam pengadaan Chromebook. Sebaliknya, Nadiem justru merasa pengadaan Chromebook dan kekayaan dirinya tidak mempunyai hubungan kausalitas.
"Dakwaan saya tidak menjelaskan apa hubungannya transaksi Rp809 miliar dengan laporan kekayaan saya, karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," kata dia.
(Dhera Arizona)