Sebagai langkah awal untuk menerapkan kebijakan baru ini, OJK akan melakukan pengelompokan emiten pada tahun pertama pasca aturan baru free float diterbitkan pada Maret mendatang. Kelompok-kelompok emiten ini akan punya durasi berbeda terkait pelaksanaan free float 15 persen.
"Misalnya ada kelompok yang ditargetkan di tahun pertama meningkat menjadi 10 persen (free float), kemudian berjenjang seterusnya sampai 15 persen," kata Hasan.
Kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menambahkan, saat ini masih ada 267 emiten saham yang belum memenuhi kriteria untuk menaikan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Dari total tersebut, BEI mencatat ada 49 emiten dengan market cap besar yang dinilai ideal untuk menjadi kelompok pertama yang menerapkan ketentuan free float 15 persen. Targetnya 49 emiten akan dijadikan pilot project terkait ketentuan baru yang diterapkan pada Maret mendatang.
"Kalau kita 49 emiten ini sudah merepresentasikan 90 persen dari market cap mereka yang belum memenuhi ketentuan free float (267 emiten). Jadi kami prioritaskan dulu nih teman-teman yang 49 ini," kata Nyoman.