"Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi," katanya.
Perseroan juga mencatat peningkatan EBITDA menjadi USD74,6 juta pada kuaratal III dari USD40 juta di kuartal sebelumnya.
Per 30 September 2025, kas dan setara kas INCO mencapai USD496,3 juta, turun dibandingkan USD506,7 juta pada akhir Juni.
Belanja modal selama periode sembilan bulan mencapai USD331,4 juta, lebih tinggi dibandingkan USD200,9 juta pada tahun
sebelumnya, seiring dengan beroperasinya proyek Bahodopi dan Pomalaa.
(DESI ANGRIANI)